Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah Menuju Pribadi yang Lebih Baik Bulan Muharram menjadi momentum yang tepat bagi setiap muslim untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui semangat dalam menjalani kehidupan. Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam Pengajian PT Ukhuwah Berkah Semesta (Management dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken) yang rutin diselenggarakan setiap 1 bulan sekali sebagai sarana pembinaan spiritual bagi seluruh karyawan dan manajemen.

Pada Rabu, 17 Juni 2026, ratusan peserta menghadiri kegiatan pengajian yang berlangsung di Masjid Al-Furqon Yogyakarta. Peserta yang hadir terdiri dari Dewan Direksi PT Ukhuwah Berkah Semesta, Area Sales Manager Yogyakarta dan sekitarnya, karyawan store Ayam Geprek Sa’i, tim gudang dan processing, Training Center, hingga tim marketing. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah sekaligus menambah wawasan keislaman di tengah aktivitas pekerjaan yang padat. ( Baca juga: Menumbuhkan Semangat Hijrah dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Bulan Muharram )

Salah satu materi yang disampaikan dalam pengajian tersebut berasal dari Ustadz Opik Taopikurohman selaku Area Spiritual. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik” dengan meneladani perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Menurut beliau, hijrah bukan hanya sekadar peristiwa sejarah yang terjadi lebih dari 14 abad yang lalu. Hijrah merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang seharusnya terus hidup dalam diri setiap muslim hingga saat ini.

Ustadz Opik menjelaskan bahwa perjalanan hijrah Rasulullah SAW bukanlah perjalanan yang mudah. Pada masa itu, kaum Quraisy sangat membenci dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan, mereka berusaha menghentikan perjuangan beliau dengan berbagai cara, termasuk merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW.

Karena situasi yang sangat berbahaya, Rasulullah SAW melakukan hijrah secara sembunyi-sembunyi. Kaum Quraisy bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan menangkap beliau. Setelah mengetahui bahwa Rasulullah telah meninggalkan rumahnya, mereka segera melakukan pencarian ke berbagai tempat untuk menemukan beliau.

Namun di tengah kondisi yang penuh ancaman tersebut, Rasulullah SAW tetap menunjukkan keteguhan iman dan keyakinan yang luar biasa kepada Allah SWT. Beliau tidak larut dalam ketakutan ataupun kepanikan. Sebaliknya, beliau terus menanamkan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan selalu hadir bagi hamba-Nya yang beriman.

Salah satu kisah yang disampaikan dalam kajian tersebut adalah ketika Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq berada dalam situasi yang sangat sulit. Dalam kondisi itu, Rasulullah SAW menenangkan sahabatnya dengan kalimat yang diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 40, yaitu bahwa Allah senantiasa bersama mereka.

Pesan ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa sebesar apa pun ujian yang dihadapi, seorang muslim tidak boleh kehilangan harapan kepada Allah SWT. Ketika manusia merasa tidak memiliki jalan keluar, pertolongan Allah dapat datang dari arah yang tidak pernah disangka-sangka.

Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Ustadz Opik juga menceritakan bagaimana selama perjalanan hijrah yang berlangsung sekitar 15 hari, Rasulullah SAW terus menghadapi berbagai ancaman. Musuh-musuh Islam berupaya mengejar dan menangkap beliau. Namun, atas izin Allah SWT, setiap upaya tersebut selalu gagal. Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika seorang pengejar berusaha mendekati Rasulullah SAW, namun kudanya berkali-kali terjatuh sehingga tidak mampu melanjutkan pengejaran.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya. Ketika Allah berkehendak melindungi hamba-Nya, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menghalangi.

Dari kisah hijrah Rasulullah SAW tersebut, terdapat banyak pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bahwa perubahan menuju kebaikan tidak pernah datang tanpa perjuangan. Hijrah membutuhkan kesungguhan, pengorbanan, dan kesabaran.

Bahkan pada masa Rasulullah SAW, ada sahabat dan kaum muslimin yang harus meninggalkan kampung halaman, harta benda, bahkan berpisah dengan anggota keluarga yang belum menerima Islam. Semua itu dilakukan demi mempertahankan keimanan dan mencari ridha Allah SWT.

Karena itu, makna hijrah pada masa sekarang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk perubahan positif. Hijrah berarti berusaha meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang lebih baik, memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Melalui tema “Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik”, Ustadz Opik mengajak seluruh peserta untuk tidak takut menghadapi tantangan dalam proses perubahan diri. Sebab, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, setiap langkah menuju kebaikan akan selalu disertai pertolongan Allah bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan bertawakal.

Melalui Pengajian PT Ukhuwah Berkah Semesta yang rutin dilaksanakan setiap bulan, perusahaan berharap seluruh keluarga besar Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken tidak hanya berkembang dalam profesionalitas kerja, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat serta semangat untuk terus memperbaiki diri. Dengan meneladani hijrah Rasulullah SAW, diharapkan setiap insan perusahaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan senantiasa dekat dengan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupannya. ( Baca juga: Delivery Order Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken: Solusi Buat yang Lapar Tapi Mager Keluar Rumah )

Narasumber: Ustadz Opik Taopikurohman

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Share