Dalam Islam, puasa Ramadan sejatinya bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga membentuk kepekaan hati. Berikut beberapa sisi empati yang bisa dilatih ketika berpuasa:
1.Merasakan Lapar seperti Kaum Dhuafa.
Saat kita menahan lapar seharian, kita ikut merasakan apa yang sering dirasakan orang miskin setiap hari. Dari situ tumbuh rasa iba dan dorongan untuk berbagi. Kita bisa mengerti bahwa butiran nasi yang mungkin sering kita sia-siakan, ternyata menjadi kebutuhan pokok yang diidamkan orang-orang yang kekurangan
2.Mengendalikan Emosi.
Puasa melatih sabar, tidak mudah marah, tidak berkata kasar.
Hal ini membuat kita belajar lebih memahami perasaan orang lain agar tidak mudah menyakiti hati mereka.
3.Meningkatkan Kepedulian Sosial
Di bulan Ramadan, orang lebih terdorong bersedekah, memberi makan orang berbuka, dan membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Empati berubah menjadi aksi nyata.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa tersebut.”
HR Al-Tirmidzi
4.Membersihkan Hati.
Puasa juga melatih kita menjauhi iri, dengki, dan egoisme—yang sering menjadi penghalang empati.
Singkatnya, puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi pendidikan hati jiwa, agar lebih mendidik hati, serta lebih peka terhadap penderitaan dan kebutuhan sesama.
Kontibutor : Ustadz Nur Sholeh, Area Spiritual Jatim





