Semangat ibadah di awal Ramadan memang sering terasa kuat, lalu menurun di tengah atau akhir.
Ini hal yang manusiawi.
Diantara penyebabnya yaitu Karena dorongan suasana & kebiasaan belum stabil
Di awal Ramadan, suasana masjid ramai, kajian banyak, keluarga ikut semangat. Tapi saat euforia awal berkurang, yang tersisa adalah kekuatan istiqamah.
Dan beruntunglah jika ada orang yang sanggup istiqamah dalam beribadah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.”
— Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim
Artinya, yang berat itu bukan memulai, tapi menjaga konsistensi.
Disisi lain, menurunnya semangat ibadah yaitu karena iman terkadang naik, terkadang turun. Kadang semangat, kadang malas.
Iman bukan sesuatu yang statis.
Allah berfirman:
“…agar mereka bertambah imannya…”
(QS. Al-Fath: 4)
Dan para sahabat memahami bahwa semangat iman seseorang bisa bertambah dan berkurang. Dalam riwayat di Sahih Muslim disebutkan tentang keadaan hati yang berubah-ubah.
Jadi ketika semangat turun, itu tanda iman sedang melemah dan perlu “diisi ulang”.
Penyebab lain turunnya semangat beribadah yaitu Karena godaan syaitan dan hawa nafsu
Walaupun di Ramadan setan dibelenggu, nafsu tetap ada. Rasa lapar, capek, kurang tidur bisa memengaruhi semangat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Surga dikelilingi hal-hal yang tidak disukai (berat), dan neraka dikelilingi syahwat (yang disenangi hawa nafsu).”
— Sahih Muslim
Jadi jalan untuk istiqamah beribadah memang butuh perjuangan, butuh motivasi lanjutan, dan benar-benar butuh niat yang kuat dalam hati sekali.
Kontibutor : Ustadz Nur Sholeh, Area Spiritual Jatim





