Bisa Ngaji Setelah Kerja di Hajj Chicken Tempat Kerja yang Bukan Sekadar Cari Nafkah – Bekerja di sebuah perusahaan biasanya identik dengan target, tanggung jawab, dan rutinitas harian. Namun berbeda dengan yang dijalankan Hajj Chicken. Brand kuliner Ayam Geprek yang telah memiliki banyak cabang di berbagai daerah Indonesia ini tidak hanya fokus pada pelayanan dan profesionalitas kerja, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan spiritual para karyawannya.
Melalui program dakwah internal yang rutin dijalankan, kerja di Hajj Chicken bukan hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga menjadi tempat belajar dan bertumbuh dalam ilmu agama. Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh para karyawan adalah pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Belajar Ngaji Sebelum Mulai Bekerja
Setiap hari sebelum operasional dimulai, para karyawan Hajj Chicken melaksanakan kegiatan tadarus bersama. Kegiatan ini dilakukan secara rutin sebagai bagian dari budaya kerja yang positif dan penuh nilai kebaikan.
Dalam sesi tersebut, para karyawan membaca Al-Qur’an secara bergantian, saling menyimak, serta memperbaiki bacaan satu sama lain. Kegiatan ini juga didampingi oleh tim Area Spiritual, yang memiliki peran membimbing dan memastikan setiap karyawan mendapatkan pembelajaran yang tepat.
Program ini menjadi bukti bahwa Hajj Chicken ingin menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bernilai ibadah.
Dari Belum Bisa Membaca Menjadi Lancar
Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan yang sudah lancar mengaji. Bagi karyawan yang belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali, Hajj Chicken juga memberikan pendampingan khusus mulai dari dasar.
Mereka akan dibimbing mulai dari Iqra jilid 1, mengenal huruf hijaiyah, cara membaca, panjang pendek bacaan, hingga memahami tajwid dasar. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran, baik oleh Area Spiritual maupun rekan kerja yang sudah lebih dulu lancar membaca Al-Qur’an.
Dengan sistem seperti ini, para karyawan merasa nyaman untuk belajar tanpa rasa malu atau minder. Lingkungan kerja yang saling mendukung membuat proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. ( Baca juga : Ternyata se-enak ini kerja di Hajj Chicken )
Kisah Nyata Dari Karyawan Berinisial R
Salah satu karyawan Hajj Chicken berinisial R mengaku sangat merasakan manfaat dari program tersebut. Ia bercerita bahwa dulu dirinya sebenarnya pernah belajar membaca Al-Qur’an, tetapi belum lancar dan sempat berhenti karena kesibukan serta rasa gengsi untuk belajar lagi.
Namun setelah bekerja di Hajj Chicken, ia justru mendapatkan kesempatan untuk kembali belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.
“Dulu saya sebenarnya sudah bisa membaca Al-Qur’an, tapi belum lancar. Karena kesibukan dan rasa malu untuk belajar lagi, saya jadi berhenti. Setelah bekerja di sini, selain mendapatkan gaji, saya juga mendapatkan ilmu. Saya dibimbing dan diarahkan untuk belajar membaca Al-Qur’an lagi. Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membaca dengan lebih lancar. Ini sangat membantu saya. Jadi bukan hanya gaji yang saya dapat, tapi juga ilmu agama,” ujar R.
Cerita R menjadi gambaran nyata bahwa bekerja tidak selalu hanya soal materi. Di tempat yang tepat, seseorang juga bisa berkembang secara pribadi dan spiritual.
Tempat Kerja yang Peduli Masa Depan Karyawan
Di tengah banyaknya perusahaan yang hanya fokus pada produktivitas kerja, Hajj Chicken hadir dengan pendekatan berbeda. Perusahaan ini ingin agar para karyawan tidak hanya berkembang secara karier, tetapi juga memiliki bekal agama yang kuat untuk kehidupan sehari-hari.
Kemampuan membaca Al-Qur’an tentu menjadi ilmu berharga yang manfaatnya akan terus dirasakan sepanjang hidup. Tidak sedikit orang yang ingin belajar mengaji, namun bingung harus mulai dari mana. Di Hajj Chicken, kesempatan itu justru hadir di tempat kerja.
Hal inilah yang membuat banyak orang menilai bahwa kerja di Hajj Chicken memiliki nilai lebih dibanding sekadar pekerjaan biasa.
Budaya Kerja Positif dan Penuh Kebersamaan
Selain belajar ngaji bersama, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar karyawan. Mereka saling membantu, saling menyemangati, dan tumbuh dalam suasana kekeluargaan.
Budaya kerja seperti ini penting untuk menciptakan tim yang solid dan nyaman. Ketika hubungan antar karyawan baik, maka pelayanan kepada pelanggan pun akan semakin maksimal.
Hajj Chicken memahami bahwa kesuksesan bisnis bukan hanya dibangun dari produk yang enak, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang baik. ( Baca juga : Sering Makan di Ayam Geprek Sa’i? Coba Tebak, Kamu Cocok Sambal Korek atau Bajak? )
Inspirasi Bagi Banyak Anak Muda
Bagi anak muda yang sedang mencari pekerjaan, kisah seperti ini tentu menjadi inspirasi tersendiri. Bahwa bekerja tidak harus meninggalkan proses belajar agama. Justru dengan lingkungan yang tepat, pekerjaan bisa menjadi jalan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hajj Chicken membuktikan bahwa dunia kerja dan nilai-nilai spiritual bisa berjalan beriringan.
Kunjungi Outlet Terdekat Kami Sekarang Juga
Dengan konsep kerja yang positif, pembinaan karyawan yang baik, serta cita rasa ayam geprek favorit masyarakat, Hajj Chicken terus berkembang menjadi brand kuliner pilihan keluarga Indonesia.
Bagi Anda yang ingin menikmati menu favorit Hajj Chicken sekaligus mendukung brand yang memiliki nilai kebaikan, kunjungi outlet Hajj Chicken terdekat di kota Anda. Bisa Ngaji Setelah Kerja di Hajj Chicken Tempat Kerja yang Bukan Sekadar Cari Nafkah.
Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS





