ketika buku dan pena lebih mahal dari pada nyawa seorang anak

Sebuah desa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menyimpan kisah yang mengguncang nurani. Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya. Peristiwa ini dikaitkan dengan tekanan beban biaya pendidikan yang terasa berat bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi — bahkan untuk kebutuhan sesederhana buku tulis dan pena.

Kisah ini menjadi pengingat pahit bahwa akses pendidikan yang layak masih belum sepenuhnya merata.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Kehidupan Anak

Tidak semua keluarga memiliki kemampuan.
Tidak semua sekolah benar-benar bebas dari beban biaya.
Hal yang terlihat kecil bagi sebagian orang, bisa menjadi tekanan besar bagi yang lain.

Tragedi ini mengajak kita merenung:
Apakah setiap anak benar-benar memiliki kesempatan belajar yang sama?

Komitmen yang Telah Ada Sejak Awal

Di tengah kenyataan tersebut, Ayam Geprek Sa’i & Hajj Chicken sejak awal berdirinya telah membawa satu misi:
menghadirkan akses pendidikan yang lebih layak dan bermakna bagi generasi penerus.

Pimpinan perusahaan, Bapak Erwan, menyampaikan prinsip yang menjadi pegangan:

“Jika orang tua belum sempat merasakan pendidikan pesantren, maka anak-anaknya sebagai generasi penerus harus mendapatkan kesempatan itu. Pendidikan adalah jalan untuk memutus kebodohan, buta huruf Arab, dan keterbatasan pemahaman pendidikan Islam.”

Program pendidikan ini bukan reaksi sesaat terhadap suatu peristiwa.
Ini adalah bagian dari arah perjuangan perusahaan sejak awal berdiri.

Program Pendidikan Pesantren untuk Anak Karyawan

Perusahaan memberikan dukungan nyata berupa pembiayaan pendidikan pesantren bagi anak-anak karyawan yang ingin menempuh jalur tersebut. Tujuannya agar mereka dapat memperoleh pendidikan agama, karakter, dan ilmu yang kuat tanpa terbebani keterbatasan biaya keluarga.

Sebagai bentuk keseriusan, perusahaan menetapkan kebijakan untuk mengalokasikan sebagian keuntungan usaha bagi program pendidikan dan kegiatan sosial secara berkelanjutan.

Untuk Masa Depan yang Lebih Adil

Tragedi di NTT seharusnya tidak menjadi sekadar berita yang berlalu. Ini adalah panggilan hati bagi kita semua bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi tanggung jawab bersama.

Setiap anak menyimpan potensi besar.
Yang mereka butuhkan adalah kesempatan.

Ayam Geprek Sa’i & Hajj Chicken percaya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi dari seberapa besar kita bisa ikut menjaga dan menumbuhkan masa depan generasi berikutnya.

Karena masa depan bangsa dimulai dari kesempatan belajar yang adil bagi setiap anak.

 

Kontributor: Rafi’i – MKT PT UBS

Share