Bekerja Bukan Sekadar Mencari Gaji, Tapi Jalan untuk Meraih Ridho Allah

Bekerja Bukan Sekadar Mencari Gaji, Tapi Jalan untuk Meraih Ridho Allah Bagi sebagian orang, bekerja mungkin sesederhana datang ke kantor, menyelesaikan tanggung jawab, menerima gaji, lalu pulang. Setiap bulan rutinitas itu terus berulang. Namun, bagaimana jika pekerjaan yang kita jalani setiap hari ternyata bisa menjadi bagian dari perjalanan untuk mencari ridho Allah?

Pesan itulah yang menjadi salah satu inti kajian yang disampaikan KH. Daru Lalito Wistoro, BE, SE dalam pengajian rutin office yang digelar PT Ukhuwah Berkah Semesta selaku Manajemen dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken. ( Baca juga: Jejak Keindahan Akhlak Nabi Muhammad ﷺ )

Apa yang Sebenarnya Membedakan Kita?

Dalam kajiannya, KH. Daru mengajak para peserta untuk melihat kembali sesuatu yang sering kali terlupakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari: niat.

Ada pekerjaan yang bisa dilakukan siapa saja. Bahkan aktivitas yang terlihat seperti ibadah pun secara gerakan bisa saja dilakukan oleh siapa pun. Namun, menurut beliau, ada sesuatu yang tidak terlihat dari luar tetapi justru menjadi pembeda, yaitu niat yang ada di dalam hati.

Dari sinilah pembahasan kemudian mengarah pada pertanyaan yang lebih dalam: sebenarnya untuk apa kita hidup dan bekerja?

Bagi orang yang beriman, tujuan hidup bukan sekadar mendapatkan penghasilan, jabatan, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Tujuan akhirnya adalah mencari ridho Allah.

Ridho Allah dapat dipahami sebagai keadaan ketika Allah senang terhadap apa yang kita lakukan. Sederhananya, seperti ketika seseorang ingin membuat orang tuanya senang dengan berusaha mengikuti perintah dan menjauhi hal-hal yang tidak disukai orang tuanya.

Begitu pula dalam kehidupan seorang muslim. Mencari ridho Allah dilakukan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Bekerja Bukan Sekadar Mencari Gaji, Tapi Jalan untuk Meraih Ridho Allah

Ibadah Saja Belum Cukup Jika Tujuannya Keliru

Menariknya, KH. Daru juga mengajak peserta untuk melihat kembali tujuan dari ibadah yang dilakukan.

Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi tujuan di balik ibadah tersebut belum tentu sepenuhnya karena Allah. Ada yang beribadah karena ingin mendapatkan pujian, ingin dianggap baik, karena membutuhkan sesuatu, atau sekadar karena diperintah orang lain.

Artinya, bukan hanya aktivitasnya yang perlu diperhatikan, tetapi juga untuk siapa dan untuk apa aktivitas tersebut dilakukan.

Hal yang sama berlaku dalam pekerjaan.

Bekerja hanya demi mendapatkan gaji tentu bukan sesuatu yang salah. Mendapatkan bonus, penghargaan, atau mengharapkan kenaikan pendapatan juga merupakan hal yang wajar. Namun, ada tujuan yang lebih tinggi dari sekadar mendapatkan imbalan tersebut, yaitu menjadikan pekerjaan sebagai salah satu jalan untuk mencari ridho Allah.

Ketika Bekerja Bisa Menjadi Ibadah

Dari pemikiran tersebut, pekerjaan sehari-hari bisa memiliki makna yang jauh lebih luas.

Ketika seseorang berangkat bekerja dengan niat mencari rezeki yang halal, aktivitas tersebut tidak lagi sekadar rutinitas. Setiap tenaga yang dikeluarkan, setiap tanggung jawab yang diselesaikan, dan setiap usaha yang dilakukan dapat menjadi bagian dari perjuangan mencari ridho Allah.

Bahkan, ketika seseorang bekerja untuk membantu orang lain, nilai tersebut menjadi semakin luas.

Atasan membutuhkan orang yang dapat membantu pekerjaannya. Rekan kerja membutuhkan dukungan. Konsumen membutuhkan pelayanan yang baik. Perusahaan membutuhkan orang-orang yang mau menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, bekerja juga menjadi bentuk kebermanfaatan bagi orang lain.

Inilah yang membuat aktivitas sederhana seperti berangkat kerja dapat memiliki nilai yang besar ketika diniatkan dengan benar.

Tidak Harus Menunggu Ikhlas untuk Berbuat Baik

Dalam menjalani pekerjaan, tentu tidak setiap hari terasa mudah. Ada kalanya seseorang bekerja karena takut tidak mendapatkan gaji. Ada pula yang bekerja karena takut kehilangan pekerjaan.

Perasaan seperti itu merupakan hal yang manusiawi.

Namun, melalui kajian tersebut, peserta diajak untuk perlahan menggeser orientasi dalam bekerja. Bukan berarti kebutuhan terhadap gaji, bonus, maupun keamanan pekerjaan harus dihilangkan. Semua itu tetap penting.

Hanya saja, jangan sampai semuanya menjadi tujuan akhir.

Ada tujuan yang lebih tinggi: bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari rezeki yang halal, memberikan manfaat kepada orang lain, sekaligus berharap pekerjaan tersebut menjadi jalan untuk mendapatkan ridho Allah.

Pada akhirnya, pekerjaan bukan hanya tentang berapa banyak yang kita dapatkan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan dan untuk siapa kita menjalankannya.

Pesan inilah yang menjadi refleksi penting dari pengajian rutin PT Ukhuwah Berkah Semesta selaku Manajemen dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken bulan ini. Di tengah kesibukan mengejar target dan menjalankan tanggung jawab, setiap orang kembali diingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang baik dapat memiliki makna yang jauh lebih besar.

Sebab, ketika mencari ridho Allah menjadi tujuan, pekerjaan yang awalnya terlihat sebagai rutinitas sehari-hari bisa berubah menjadi bagian dari perjalanan ibadah dan kebermanfaatan. ( Baca juga:
Pentingnya Mencintai Nabi Muhammad ﷺ
)

Narasumber: KH. Daru Lalito Wistoro, BE, SE

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Bekerja Bukan Sekadar Mencari Gaji, Tapi Jalan untuk Meraih Ridho Allah

Share