Bukan Soal Kaya, Ini 9 Ciri Orang yang Disebut Beruntung Menurut Al-Qur’an

Bukan Soal Kaya, Ini 9 Ciri Orang yang Disebut Beruntung Menurut Al-Qur’an Punya rumah bagus, kendaraan nyaman, saldo rekening banyak, dan keluarga yang lengkap sering dianggap sebagai tanda kehidupan yang beruntung. Tapi, apakah semua itu juga berarti seseorang sudah menjadi orang yang benar-benar beruntung di hadapan Allah?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan menarik dalam pengajian store PT Ukhuwah Berkah Semesta, manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken. Dalam kesempatan tersebut, Area Spiritual PT Ukhuwah Berkah Semesta, Ustadz Opik Taopikurohman, mengajak jamaah memahami makna keberuntungan dari sudut pandang Al-Qur’an melalui Surah Al-Mu’minun ayat 1-11.

Ayat tersebut menjelaskan sejumlah ciri orang-orang beriman sekaligus kabar gembira bagi mereka yang mampu menjaganya. Bukan sekadar mendapatkan kesenangan dunia, mereka dijanjikan menjadi pewaris surga Firdaus dan kekal di dalamnya. ( Baca juga: Sudah Rajin Sholat, Tapi Sudahkah Kita Menjadi Orang Beriman? )

Lalu, Siapa Orang yang Benar-Benar Beruntung?

Menurut Ustadz Opik, manusia biasanya punya ukuran sendiri tentang keberuntungan. Ada yang merasa beruntung ketika memiliki banyak harta, pekerjaan bagus, rumah mewah, kendaraan, atau anak-anak yang sukses.

Namun, ukuran keberuntungan menurut Allah ternyata jauh lebih dalam. Harta dan berbagai kenikmatan dunia memang patut disyukuri, tetapi semua itu bukan jaminan keselamatan di akhirat.

Hal pertama yang harus dimiliki adalah iman.

Sebanyak apa pun harta yang dimiliki seseorang, semuanya tidak akan berarti jika tidak dibarengi iman kepada Allah. Iman inilah yang menjadi bekal penting ketika manusia kembali kepada-Nya. Karena itu, iman perlu terus dijaga dan diperkuat agar seseorang tidak mudah tergoda untuk melakukan maksiat.

Bukan Soal Kaya, Ini 9 Ciri Orang yang Disebut Beruntung Menurut Al-Qur’an

9 Ciri Orang Beriman dalam Surah Al-Mu’minun

Surah Al-Mu’minun ayat 1-11 menggambarkan karakter orang-orang beriman yang mendapatkan keberuntungan. Setidaknya ada sembilan hal yang perlu diperhatikan.

1. Memiliki iman

Iman menjadi dasar utama. Bukan hanya percaya di dalam hati, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

2. Mendirikan sholat dengan khusyuk

Sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Orang yang khusyuk berusaha menghadirkan hati di hadapan Allah, bersikap rendah diri, dan tidak membawa kesombongan dalam ibadahnya.

3. Menjauhi hal yang tidak bermanfaat

Sebelum berbicara atau melakukan sesuatu, ada baiknya bertanya kepada diri sendiri: apakah ini bermanfaat? Apakah perkataan atau tindakan saya akan menyakiti orang lain?

Kebiasaan sederhana ini bisa membantu seseorang lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

4. Menunaikan zakat

Apa yang kita makan, kendaraan yang kita gunakan, hingga berbagai fasilitas yang kita nikmati merupakan bagian dari rezeki Allah. Namun, tidak semua yang ada di tangan kita sepenuhnya menjadi hak kita.

Ada hak orang lain di dalamnya, termasuk fakir miskin dan anak yatim. Karena itu, berbagi dan menunaikan zakat menjadi bagian penting dari karakter orang beriman.

5. Menjaga kehormatan diri

Menjaga kehormatan berarti menjaga diri dari perbuatan yang dilarang Allah, termasuk perbuatan zina. Menjaga diri bukan hanya ketika sudah berada dalam situasi yang berbahaya, tetapi dimulai dari cara seseorang membawa dirinya sehari-hari.

6. Menjaga kesetiaan kepada pasangan yang halal

Bagi yang sudah memiliki pasangan, kesetiaan menjadi bagian dari menjaga kehormatan. Sementara bagi yang belum menikah, menjaga pandangan dan batas pergaulan dengan lawan jenis juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menjauhi hal-hal yang dapat mengarah pada maksiat.

7. Menjauhi zina

Zina tidak selalu bermula dari sebuah tindakan besar. Karena itu, menjaga pandangan, hati, dan pergaulan menjadi langkah penting agar seseorang tidak semakin dekat dengan perbuatan tersebut.

8. Menjaga amanah dan janji

Setiap manusia memiliki amanah. Bahkan sejak berada di alam ruh, manusia telah mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya. Maka, janji tersebut perlu dijaga dengan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah-Nya.

9. Konsisten menjaga sholat

Selain berusaha menghadirkan kekhusyukan, yang tidak kalah penting adalah menjaga sholat lima waktu. Jika mampu, ibadah sunnah juga bisa ditambahkan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Hadiahnya Bukan Sekadar Kebahagiaan Dunia

Di akhir pembahasan, jamaah diajak melihat kembali apa yang Allah janjikan kepada orang-orang yang memiliki karakter tersebut.

Surah Al-Mu’minun ayat 10-11 menyebutkan bahwa mereka adalah para pewaris yang akan mewarisi Firdaus dan kekal di dalamnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa ukuran sukses seorang muslim tidak berhenti pada apa yang berhasil dikumpulkan selama hidup di dunia. Ada keberhasilan yang jauh lebih besar, yaitu ketika kehidupan yang dijalani berbuah keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Melalui kegiatan pengajian store, keluarga besar Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken tidak hanya diajak untuk bertumbuh dalam pekerjaan, tetapi juga terus belajar memperbaiki diri, menjaga amanah, memperkuat iman, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, bisa jadi ukuran “beruntung” yang selama ini kita kejar bukanlah yang paling penting. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi orang yang benar-benar beruntung di hadapan Allah. ( Baca juga: Eitssss, Siapa Bilang di Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken Cuma Ada Ayam Geprek dan Fried Chicken? )

Narasumber: Ustadz Opik Taopikurohman

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Bukan Soal Kaya, Ini 9 Ciri Orang yang Disebut Beruntung Menurut Al-Qur’an

Share