Sudah Rajin Sholat, Tapi Sudahkah Kita Menjadi Orang Beriman?

Yogyakarta – PT Ukhuwah Berkah Semesta selaku Manajemen Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken kembali menggelar pengajian store rutin sebagai bagian dari upaya membangun ukhuwah(persaudaraan) dan memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan kerja. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Furqon Nitikan, Yogyakarta, dan diikuti oleh jajaran direksi, karyawan Head Office, Gudang, Processing, Training Center, Marketing, hingga karyawan store Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken wilayah Jogja dan sekitarnya.

Pada pengajian kali ini, Ustadz Catur Andriyana menyampaikan mauidhoh hasanah dengan tema tentang bagaimana seorang muslim seharusnya menjalani hidup dengan bahagia sekaligus menjadi pribadi yang lebih baik. Pesan yang disampaikan pun cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama soal bagaimana menyikapi rezeki, masalah, ibadah, hingga hubungan dengan sesama.

Orang Beriman Seharusnya Bisa Menjalani Hidup dengan Bahagia

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Catur mengajak jamaah untuk melihat kembali janji Allah dalam Surah Maryam ayat 60.

“Kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, mereka akan masuk surga dan tidak dizalimi sedikit pun.” (Q.S Maryam:60)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh memiliki janji kebaikan dari Allah.

Dari sini, jamaah diajak memahami bahwa menjadi seorang muslim bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga bagaimana menghadirkan rasa tenang dan bahagia dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, manusia memang sering kali mudah mengeluh. Ketika mendapatkan sesuatu, masih merasa kurang. Saat menghadapi masalah, pikiran pun bisa dipenuhi dengan berbagai prasangka negatif. Padahal, Allah adalah pemilik segala sesuatu.

Karena itu, salah satu tanda orang beriman adalah mampu menerima apa yang terjadi dengan hati yang lebih lapang dan tetap percaya bahwa setiap ketetapan Allah memiliki hikmah. ( Baca juga: Eitssss, Siapa Bilang di Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken Cuma Ada Ayam Geprek dan Fried Chicken? )

Sudah Rajin Sholat, Tapi Sudahkah Kita Menjadi Orang Beriman?

Tiga Hal Penting: Mengaji, Sholat, dan Mengamalkan

Ustadz Catur kemudian menjelaskan beberapa hal yang menjadi ciri orang beriman. Pertama adalah mengaji atau menuntut ilmu.

Mengacu pada Surah Al-Ankabut ayat 45

“Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Ankabut:45)

Umat Islam diperintahkan untuk membaca wahyu Allah dan mendirikan sholat. Pesannya sederhana, tetapi sangat penting: seorang muslim tidak boleh berhenti belajar dan memahami ajaran agamanya.

Setelah membaca dan mempelajari Al-Qur’an, hal berikutnya adalah mendirikan sholat. Sholat bukan sekadar rutinitas yang dilakukan lima kali sehari. Lebih dari itu, sholat seharusnya mampu membentuk perilaku seseorang sehingga terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.

Ustadz Catur juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya membaca bacaan sholat tanpa memahami maknanya. Mulai dari doa iftitah, Al-Fatihah, tahiyat, hingga bacaan salam, semuanya memiliki makna dan doa yang sangat dalam.

Ketika memahami apa yang dibaca, sholat pun tidak lagi terasa sebagai sekadar kewajiban, tetapi menjadi momen untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Allah.

Hal ketiga adalah mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari. Menurutnya, ilmu yang didapat dari pengajian seharusnya terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Kalau Belum Bisa Berbuat Baik, Jangan Menyakiti

Salah satu pesan yang cukup kuat dalam pengajian tersebut adalah tentang hubungan manusia dengan sesama.

Ustadz Catur mengingatkan bahwa kebaikan yang diberikan kepada orang lain pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri. Begitu pula dengan keburukan dan kedzaliman. Karena itu, jika belum mampu membuat orang lain bahagia, setidaknya jangan menyakiti mereka.

Ia juga mengajak jamaah untuk belajar berbagi kebahagiaan. Ketika mendapatkan rezeki, jangan hanya dinikmati sendiri. Misalnya ketika mendapatkan hasil panen atau memiliki makanan lebih, berbagi dengan orang lain, termasuk kepada mereka yang mungkin tidak dekat dengan kita.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengajarkan kasih sayang kepada sesama makhluk.

Belajar Positif Saat Menghadapi Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari, kehilangan sesuatu sering kali membuat seseorang larut dalam pikiran negatif. Ustadz Catur memberikan gambaran sederhana tentang seseorang yang kehilangan uang hingga pikirannya terus tertuju pada uang tersebut, bahkan saat sedang sholat.

Padahal, seorang muslim diajak untuk memiliki cara pandang yang berbeda. Jika sesuatu memang menjadi haknya, Allah bisa mengembalikannya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Jika tidak, bisa jadi ada hikmah lain yang belum terlihat, termasuk menjadi pengingat untuk lebih banyak bersedekah dan berbagi.

Dari pengajian ini, karyawan Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken diajak untuk tidak hanya menjadi pribadi yang rajin beribadah, tetapi juga memiliki hati yang lebih tenang, mudah bersyukur, tidak mudah mengeluh, serta mampu membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Melalui pengajian store yang rutin digelar, PT Ukhuwah Berkah Semesta terus menghadirkan ruang bagi seluruh keluarga besar Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken untuk belajar, mempererat kebersamaan, sekaligus mengingat kembali nilai-nilai kebaikan yang bisa diterapkan, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. ( Baca juga: Dari Indonesia untuk Gaza, 350 Paket Makanan Hangat Hadir untuk 1.050 Jiwa di Camp Al Rantisi )

Narasumber: Ustadz Catur Andriyana

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Sudah Rajin Sholat, Tapi Sudahkah Kita Menjadi Orang Beriman?

Share