Karyawan Hajj Chicken Ini Diberikan Cuti 2 Hari Hingga Subsidi Oleh Perusahaan Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap karyawan

Karyawan Hajj Chicken Ini Diberikan Cuti 2 Hari Hingga Subsidi Oleh Perusahaan Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap karyawan – Beberapa waktu lalu, jagat media sosial sempat diramaikan dengan berita tentang sebuah perusahaan yang menyuruh karyawannya untuk “resign sementara”, karena karyawan tersebut mengajukan cuti karena istrinya tidak bisa jalan usai lahiran. Hal tersebut membuat publik sangat geram kepada si perusahaan, karena perusahaan sama sekali tidak memiliki rasa kemanuasiaan ke karyawannya sendiri.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Masih banyak perusahaan yang, secara sadar atau tidak, lebih fokus pada angka laba, target, efisiensi tanpa benar-benar melihat kondisi manusia di balik pekerjaan itu. Padahal, di balik setiap target yang tercapai, ada tenaga, waktu, bahkan pengorbanan dari para karyawan.

Namun di tengah cerita-cerita seperti itu, masih ada kabar baik. Masih ada perusahaan yang memandang karyawan bukan sekadar bagian dari sistem, melainkan manusia yang punya kehidupan, keluarga, dan kebutuhan emosional. Salah satu contoh yang patut diapresiasi datang dari brand kuliner ayam geprek yang sudah cukup dikenal di Indonesia: Hajj Chicken.

Bernaung di bawah PT Ukhuwah Berkah Semesta, brand ini menunjukkan bahwa menjadi “perusahaan peduli karyawan” bukan sekadar slogan, tapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat dari bagaimana perusahaan ini memperlakukan karyawannya yang sedang menghadapi momen penting dalam hidup seperti kelahiran anak. Ketika istri karyawan melahirkan, perusahaan memberikan cuti selama dua hari. Mungkin terdengar sederhana, tapi di banyak tempat, hal seperti ini masih sulit didapatkan. ( Baca juga : Setelah Viral di Pulau Jawa, Ayam Geprek Sa’i Kini Melebarkan Cabang hingga Nusa Tenggara Barat )

Tidak berhenti di situ, Hajj Chicken juga memberikan subsidi biaya melahirkan. Tujuannya jelas: membantu meringankan beban finansial karyawan di momen yang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan.

Dan yang menarik, perhatian tersebut tidak berhenti setelah proses kelahiran selesai. Ketika anak karyawan sudah lahir, perusahaan juga memberikan subsidi untuk susu bayi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian yang diberikan bukan hanya simbolis, tapi benar-benar berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan nyata.

Langkah-langkah seperti ini mungkin terlihat “kecil” bagi sebagian orang, tapi dampaknya besar. Bagi karyawan, ini bukan hanya soal bantuan finansial, tapi juga soal rasa dihargai. Ada perasaan bahwa perusahaan benar-benar peduli, bukan sekadar menuntut performa kerja.

Dalam jangka panjang, budaya seperti ini justru bisa menjadi kekuatan besar bagi perusahaan. Karyawan yang merasa dihargai cenderung lebih loyal, lebih produktif, dan lebih memiliki rasa memiliki terhadap tempat mereka bekerja.

Di sinilah letak perbedaan mendasar antara perusahaan yang hanya mengejar keuntungan dengan perusahaan yang membangun hubungan. Yang satu mungkin bisa tumbuh cepat, tapi yang satunya lagi punya fondasi yang lebih kuat untuk bertahan lama. ( Baca juga : Ayam Geprek Sa’i Mengadakan Kegiatan Fun Cooking di TK ABA Wonocatur )

Karyawan Hajj Chicken Ini Diberikan Cuti 2 Hari Hingga Subsidi Oleh Perusahaan Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap karyawan

Hajj Chicken sendiri dikenal sebagai brand yang menjunjung tinggi nilai “ukhuwah” atau kebersamaan. Nilai ini tidak hanya menjadi jargon, tapi benar-benar diterapkan dalam cara mereka memperlakukan karyawan.

Bagi mereka, karyawan bukan hanya bagian dari roda bisnis, melainkan keluarga yang memiliki peran penting dalam perjalanan perusahaan. Ketika karyawan sejahtera dan merasa didukung, maka secara tidak langsung kualitas layanan dan produk yang dihasilkan juga akan semakin baik.

Dan di era sekarang, konsumen juga semakin sadar akan hal-hal seperti ini. Banyak orang tidak hanya membeli produk karena rasanya enak atau harganya terjangkau, tapi juga karena nilai di balik brand tersebut.

Brand yang peduli terhadap karyawannya sering kali dipandang lebih “manusiawi” dan layak untuk didukung. Ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa diukur hanya dengan angka penjualan.

Jadi, ketika Anda menikmati seporsi ayam geprek yang lezat, mungkin ada cerita lain di baliknya cerita tentang bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan orang-orang di dalamnya dengan lebih baik.

Di tengah banyaknya cerita negatif tentang dunia kerja, kehadiran brand seperti Hajj Chicken menjadi angin segar. Sebuah pengingat bahwa bisnis tetap bisa berjalan dengan baik tanpa harus mengorbankan nilai kemanusiaan.

Pada akhirnya, menjadi perusahaan besar bukan hanya soal seberapa banyak cabang yang dimiliki atau seberapa tinggi omzet yang dicapai. Tapi juga tentang bagaimana perusahaan tersebut memperlakukan orang-orang yang berkontribusi di dalamnya. ( Baca juga : Karyawan di Hajj Chicken Itu Bagaikan “Dititipkan” ke Daycare Tapi Isinya Belajar Ngaji dan Digaji )

Dan jika Anda sedang mencari brand kuliner yang tidak hanya enak, tapi juga punya nilai positif di baliknya, mungkin sudah saatnya Anda mengenal lebih dekat Hajj Chicken dan tentu saja, mencobanya langsung. Karyawan Hajj Chicken Ini Diberikan Cuti 2 Hari Hingga Subsidi Oleh Perusahaan Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap karyawan.

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Share