Ketika Adzan Datang, Dunia Bisa Menunggu Sebentar

Ada satu hal yang sering tidak terasa mengubah hidup seseorang, bukan karena besar dan langsung terlihat hasilnya, tetapi karena dilakukan terus-menerus dengan menjaga hati. Hal itu adalah menjaga sholat di tengah kesibukan.

Kita hidup di zaman yang semuanya bergerak cepat. Pekerjaan datang silih berganti, chat harus segera dibalas, pesanan harus segera disiapkan, target harus segera dicapai. Kadang sampai tanpa sadar, waktu demi waktu berlalu begitu saja. Tubuh sibuk bergerak, pikiran sibuk memikirkan banyak hal, tetapi hati terasa lelah dan penuh. ( Baca juga : Makanan Halal dan Thayyib )

Lalu adzan terdengar.

Dan sering kali, justru disitu ujian sebenarnya dimulai.

Bukan tentang mampu atau tidak untuk sholat, tetapi tentang mau mendahulukan Allah atau tetap tenggelam dalam urusan dunia beberapa menit lagi. “Tanggung sedikit lagi.” “Nanti habis ini.” “Sebentar lagi selesai.” Kalimat-kalimat itu terdengar biasa, sampai akhirnya tanpa sadar kita mulai terbiasa menunda pertemuan dengan Allah.

Padahal yang memudahkan pekerjaan kita juga Allah. Yang menjaga usaha tetap berjalan juga Allah. Yang memberi kesehatan, pelanggan, rezeki, bahkan kekuatan untuk menjalani hari ini pun Allah.

Maka sholat sebenarnya bukan sekadar kewajiban yang diselipkan di sela kesibukan. Sholat adalah tempat kita kembali mengingat siapa yang selama ini menjaga hidup kita.

Di Ayam Geprek Sa’i, kami selalu diingatkan bahwa keberkahan usaha tidak hanya datang dari ramainya pelanggan atau besarnya keuntungan. Ada hal lain yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana hubungan kita dengan Allah tetap dijaga di tengah aktivitas yang padat.

Karena itu, ketika adzan berkumandang, kami ingin belajar untuk berhenti sejenak. Memberi ruang bagi hati untuk tenang. Memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk sujud. Sebab kami yakin, dunia tidak akan runtuh hanya karena beberapa menit kita mendahulukan sholat.

Justru bisa jadi, dari sujud itulah Allah menjaga banyak hal yang tidak mampu kita jaga sendiri.

Dan untuk siapa pun yang hari ini masih sering menunda sholat karena sibuk bekerja, sibuk belajar, sibuk mengejar sesuatu, semoga perlahan kita sama-sama belajar bahwa tidak ada kesibukan yang lebih penting daripada panggilan dari Allah.

Karena pada akhirnya, semua yang kita kejar di dunia ini hanya sementara. Sedangkan sholat adalah salah satu jalan agar hati tetap hidup sampai kapan pun. ( Baca juga : Mahkota Cahaya untuk Orang Tua: Keutamaan Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an )

Kontributor: Ust. Muhammad Alfarizi

Kunjungi Youtube Kami

Share