Tanda-Tanda Keikhlasan dalam Islam, Jangan Sampai Beramal Karena Manusia – Kegiatan Pengajian Office Rutin atau yang akrab disebut “Dolan Bareng” kembali menghadirkan banyak pelajaran berharga bagi keluarga besar PT Ukhuwah Berkah Semesta (Management dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken). Selain menjadi momen silaturahmi antara tim Management, Head Office, Gudang dan Processing, Training Center, hingga Marketing, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan sehari-hari.
Pada kegiatan yang berlangsung pada 20 Juni 2026 tersebut, salah satu materi disampaikan oleh Ustadz Opik Taopikurohman selaku Area Spiritual. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan setiap muslim, yaitu tentang tiga tanda keikhlasan.
Meski sering diucapkan, ternyata ikhlas bukan perkara yang mudah. Banyak orang mampu melakukan amal kebaikan, tetapi tidak semua mampu menjaga niatnya agar tetap lurus karena Allah SWT.
Melalui penyampaian yang tegas dan penuh pengingat, Ustadz Opik mengajak seluruh peserta untuk kembali memeriksa niat dalam setiap amal yang dilakukan. ( Baca juga: Bahaya Judi bagi Kehidupan dan Hubungan Sosial )
Ikhlas Itu Bukan Sekadar Kata
Dalam ceramahnya, Ustadz Opik mengutip perkataan seorang ulama besar, Dzu Nun Al-Mishri, yang menjelaskan tentang tanda-tanda keikhlasan.
Menurut beliau, keikhlasan bukan hanya tentang melakukan kebaikan. Lebih dari itu, keikhlasan berkaitan dengan apa yang ada di dalam hati seseorang ketika melakukan amal tersebut.
Seseorang mungkin terlihat melakukan banyak kebaikan di hadapan manusia, tetapi hanya Allah yang mengetahui apakah amal tersebut benar-benar dilakukan karena-Nya atau karena mengharapkan sesuatu dari manusia.
Karena itulah, menjaga keikhlasan menjadi salah satu perjuangan yang tidak pernah selesai selama seseorang masih hidup.
Tanda-Tanda Keikhlasan dalam Islam, Jangan Sampai Beramal Karena Manusia
Berikut 3 tanda keikhlasan:
1. Tidak Terpengaruh oleh Pujian maupun Celaan Manusia
Tanda pertama dari keikhlasan adalah tidak mudah terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia.
Orang yang ikhlas tidak akan terbang tinggi ketika dipuji. Sebaliknya, ia juga tidak akan berhenti melakukan kebaikan hanya karena mendapatkan komentar negatif dari orang lain.
Ia memahami bahwa tujuan utamanya adalah mencari ridha Allah, bukan mencari pengakuan manusia.
Dalam ceramahnya, Ustadz Opik menyampaikan sebuah pesan yang sangat membekas:
“Kalau awalnya karena Allah, jangan berhenti karena manusia.”
Kalimat sederhana ini mengandung makna yang sangat dalam.
Beliau memberikan contoh yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang mulai berhijab karena ingin menjalankan perintah Allah. Namun ketika mendapatkan komentar, cibiran, atau hujatan dari lingkungan sekitar, ia justru memilih untuk melepas hijabnya.
Padahal jika memang sejak awal dilakukan karena Allah, seharusnya komentar manusia tidak menjadi alasan untuk berhenti melakukan kebaikan.
Begitu pula dengan berbagai amal lainnya. Ketika seseorang terlalu bergantung pada penilaian manusia, maka semangat beramalnya akan mudah naik turun mengikuti respons orang-orang di sekitarnya.
2. Tidak Ujub terhadap Amal yang Dilakukan
Tanda kedua dari keikhlasan adalah tidak merasa kagum terhadap amal yang telah dilakukan.
Dalam Islam, sikap ini dikenal dengan istilah ujub, yaitu merasa bangga terhadap diri sendiri dan menganggap amal yang dilakukan lebih baik dibandingkan orang lain.
Menurut Ustadz Opik, ini adalah jebakan yang sering tidak disadari.
Misalnya seseorang yang sebelumnya tidak pernah melaksanakan shalat malam. Kemudian ia mulai rajin bangun malam untuk beribadah. Sayangnya, setelah melakukan hal tersebut, muncul perasaan bahwa dirinya lebih baik, lebih suci, atau lebih dekat kepada Allah dibandingkan orang lain.
Perasaan seperti inilah yang perlu diwaspadai.
Orang yang benar-benar ikhlas justru menyadari bahwa kemampuan untuk beribadah bukan semata-mata karena kehebatan dirinya. Semua itu terjadi karena Allah memberikan taufik dan kemudahan.
Karena itu, semakin banyak amal yang dilakukan, seharusnya semakin besar rasa syukur dan semakin rendah hati.
Bukan malah merasa lebih tinggi dari orang lain.
3. Tujuan Amalnya adalah memperoleh ridho Allah dan balasannya diakhirat
Tanda ketiga dari keikhlasan adalah menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dari setiap amal yang dilakukan.
Bukan karena ingin mendapatkan pujian.
Bukan karena ingin dihormati.
Bukan karena mengejar jabatan.
Bukan karena ingin mendapatkan kedudukan tertentu di mata manusia.
Dan bukan pula karena kepentingan duniawi lainnya.
Orang yang ikhlas memahami bahwa balasan terbaik dari amal kebaikan bukanlah pujian manusia, melainkan pahala dan kebaikan yang Allah siapkan di akhirat.
Karena itulah, seseorang yang ikhlas akan tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat.
Ia tetap membantu meskipun tidak dipuji.
Ia tetap beribadah meskipun tidak diketahui orang lain.
Ia tetap melakukan kebaikan karena yang menjadi tujuan utamanya adalah Allah SWT.
Meluruskan Niat Setiap Hari
Salah satu pelajaran penting dari materi yang disampaikan Ustadz Opik adalah bahwa keikhlasan bukan sesuatu yang cukup dijaga sekali saja.
Niat perlu terus diluruskan dari waktu ke waktu.
Sebab hati manusia sangat mudah berubah. Hari ini seseorang mungkin beramal karena Allah, tetapi esok hari bisa saja muncul keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia.
Karena itu, setiap amal yang dilakukan perlu disertai dengan muhasabah atau evaluasi diri. Sudahkah apa yang kita lakukan benar-benar karena Allah? Ataukah masih ada keinginan untuk mendapatkan pujian dan penilaian dari orang lain?
Melalui kegiatan Dolan Bareng ini, keluarga besar PT Ukhuwah Berkah Semesta (Management dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken) kembali mendapatkan pengingat berharga bahwa kualitas sebuah amal tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar amal tersebut, tetapi juga oleh niat yang ada di dalam hati.
Sebagaimana pesan yang disampaikan Ustadz Opik, jika sebuah kebaikan dimulai karena Allah, maka jangan sampai berhenti hanya karena manusia. Sebab pada akhirnya, keikhlasan adalah tentang menjaga hati agar tetap tertuju kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. ( Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik, Mental, dan Spiritual dalam Kehidupan Sehari-hari )
Narasumber: Ustadz Opik Taopikurohman
Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS
Tanda-Tanda Keikhlasan dalam Islam, Jangan Sampai Beramal Karena Manusia




