Sholat Tepat Waktu: Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Cara Kita Belajar Menghargai Waktu – Pernah nggak kita sedang sibuk bekerja, menyelesaikan sesuatu, atau melakukan aktivitas lain, lalu tanpa sadar waktu sholat sudah tiba?
Mungkin muncul pikiran, “Sebentar lagi saja.”
Padahal, dari “sebentar lagi” itulah terkadang sholat akhirnya tertunda semakin lama.
Sholat lima waktu bukan sekadar rutinitas yang dilakukan ketika kita sedang senggang. Sholat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim dan memiliki waktu yang sudah ditentukan. Karena itu, ketika waktunya tiba, ada kewajiban yang perlu segera ditunaikan.
Setiap waktu sholat menjadi pengingat bahwa sesibuk apa pun aktivitas kita, ada saatnya kita berhenti sejenak dan kembali mengingat Allah SWT.
Rasulullah SAW juga selalu menjaga sholat lima waktu dan mengajarkan umatnya untuk menyegerakan sholat. Artinya, ketika waktu sholat sudah tiba, jangan terlalu banyak menunda jika tidak ada alasan yang dibenarkan.
Untuk laki-laki, ketika sudah masuk waktu sholat dan memungkinkan untuk berjamaah, bergegaslah ke masjid.
Sederhana, tetapi justru dari kebiasaan sederhana seperti ini kita belajar tentang disiplin.
Coba kita lihat kehidupan sehari-hari.
Di tempat kerja, datang tepat waktu adalah bagian dari tanggung jawab. Ketika jam kerja sudah dimulai, kita dituntut untuk sudah siap menjalankan pekerjaan. Kalau kita bisa berusaha datang tepat waktu karena memahami bahwa ada tanggung jawab yang harus dijalankan, seharusnya kita juga bisa belajar menerapkan kedisiplinan yang sama dalam menjaga waktu sholat. ( Baca juga: Serunya Fun Cooking TK ABA Bleber Bareng Ayam Geprek Sa’i, Belajar Masak Sambil Bermain )
Sholat Tepat Waktu: Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Cara Kita Belajar Menghargai Waktu
Sholat mengajarkan kita bahwa waktu tidak seharusnya selalu ditunda-tunda.
Ketika adzan terdengar, jangan terus larut dalam pekerjaan hanya karena merasa masih ada waktu. Jika pekerjaan bisa ditinggalkan sejenak untuk makan, istirahat, atau melakukan hal lainnya, tentu ada waktu yang perlu kita prioritaskan untuk memenuhi panggilan sholat.
Menunda-nunda sholat tanpa alasan yang dibenarkan juga bisa mengurangi kualitas ibadah. Surat Al-Ma’un menjadi salah satu pengingat tentang orang-orang yang lalai terhadap sholatnya.
Karena itu, sholat jangan hanya dipandang sebagai kewajiban yang harus “diselesaikan”.
Sholat juga merupakan kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia.
Bayangkan dalam satu hari kita terus bekerja, mengejar target, menyelesaikan tugas, melayani pelanggan, mengurus keluarga, dan memikirkan berbagai macam hal. Di antara semua itu, Allah memberikan waktu-waktu tertentu agar kita berhenti dan kembali mengingat-Nya.
Itulah salah satu makna penting dari sholat tepat waktu.
Bukan sekadar cepat menunaikan kewajiban, tetapi menyadari bahwa ada Allah yang selalu kita ingat di tengah kesibukan.
Kebiasaan menjaga sholat tepat waktu juga bisa membawa pengaruh ke kehidupan lainnya. Ketika kita terbiasa menghargai waktu sholat, semoga kebiasaan tersebut ikut membentuk kedisiplinan dalam menjalankan pekerjaan.
Datang tepat waktu. Menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab. Menghargai waktu orang lain. Dan tidak membiasakan diri menunda sesuatu yang memang harus segera dilakukan.
Nilai kedisiplinan seperti ini tentu dekat dengan aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja, termasuk bagi orang-orang yang menjalankan berbagai tugas di Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken. Setiap bagian memiliki tanggung jawabnya masing-masing, dan semuanya membutuhkan kerja sama serta ketepatan waktu agar aktivitas berjalan dengan baik.
Namun, di balik semua kesibukan tersebut, jangan sampai pekerjaan membuat kita lupa dengan waktu sholat.
Karena pada akhirnya, waktu yang kita miliki adalah pemberian Allah SWT.
Kita memang memiliki jadwal kerja, target, janji, dan berbagai rencana. Tapi ada waktu-waktu tertentu yang sudah Allah tetapkan untuk kita berhenti sejenak dan menghadap kepada-Nya.
Maka ketika waktu sholat tiba, jangan terlalu lama berkata, “Nanti.”
Segera bergegas.
Bagi laki-laki, jika memungkinkan, bergegaslah ke masjid. Tinggalkan sejenak kesibukan yang sedang dilakukan dan tunaikan kewajiban kepada Allah.
Sebab bisa jadi, salah satu cara kita belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin bukan hanya dengan membuat jadwal yang rapi, tetapi dengan belajar menghargai waktu sholat.
Sudahkah kita menjadikan sholat tepat waktu sebagai bagian dari kedisiplinan hidup kita?
Karena sholat bukan sekadar rutinitas lima kali sehari.
Sholat adalah pengingat bahwa di tengah kesibukan dunia, kita tetap punya waktu untuk kembali mengingat Allah SWT. ( Baca juga: Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Ramah, Bukan Marah )
Narasumber: Sumardi – Staff Gudang PT UBS
Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS
Sholat Tepat Waktu: Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Cara Kita Belajar Menghargai Waktu




