Work Life Balance dalam Islam: Menjaga Keseimbangan antara Ibadah, Keluarga, dan Pekerjaan

Dalam kehidupan modern seperti sekarang, istilah work life balance sering dikaitkan dengan liburan, healing, atau meluangkan waktu untuk hiburan semata. Padahal dalam Islam, keseimbangan hidup memiliki makna yang jauh lebih dalam. Islam mengajarkan bagaimana seseorang mampu menyeimbangkan urusan ibadah, pekerjaan, keluarga, hingga menjaga kesehatan dirinya sendiri.

Hal inilah yang disampaikan oleh Ust. Hammad Rosyadi, Lc. dalam kajian rutin yang diselenggarakan oleh PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken) di Masjid Al-Furqon, Yogyakarta. Kajian tersebut menjadi pengingat bahwa hidup yang seimbang merupakan bagian penting dari ajaran Islam.

Dalam penyampaiannya, beliau menceritakan tentang salah seorang sahabat Nabi bernama Abu Darda yang dikenal sangat zuhud dan rajin beribadah. Beliau sering berpuasa setiap hari dan menghabiskan malam dengan sholat malam. Namun Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berlebihan dalam satu sisi hingga melupakan sisi lainnya.

Islam adalah agama keseimbangan. Jangan sampai seseorang terlalu fokus beribadah hingga melupakan pekerjaan, kesehatan, atau keluarganya. Sebaliknya, jangan pula terlalu sibuk bekerja sampai lalai dari Allah SWT dengan alasan ingin membahagiakan keluarga.

Karena sejatinya, bekerja mencari rezeki juga merupakan bagian dari ibadah. Bahkan dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang bekerja keras hingga berkeringat bukan berarti menjadi pecinta dunia. Justru Allah mencintai hamba-Nya yang mau berusaha dan mencari nafkah dengan cara yang halal, selama tidak melalaikan kewajiban ibadahnya.

Para sahabat Nabi pun memberikan contoh keseimbangan hidup. Salah satunya adalah Umar bin Khattab yang tetap bekerja meskipun aktif menghadiri majelis ilmu dan kegiatan ibadah. Ini menunjukkan bahwa menjadi muslim yang baik bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, melainkan mampu menempatkan semuanya secara proporsional.

Dalam kajian tersebut, Ust. Hammad Rosyadi, Lc. menjelaskan beberapa poin penting tentang work life balance dalam Islam.

1. Menjaga Hak Allah SWT

Hal pertama yang harus dijaga adalah hak Allah SWT. Seorang muslim harus tetap menjaga kewajiban utamanya, terutama sholat lima waktu. Sholat merupakan standar dasar keislaman seseorang dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.

Budaya menjaga sholat berjamaah dan mengutamakan ibadah juga menjadi salah satu nilai positif yang terus dibangun di lingkungan PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken). Dengan menjaga hubungan kepada Allah, seseorang akan memiliki hati yang lebih tenang dalam menjalani pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian materi, tetapi juga tentang keberkahan hidup. Karena itu, pekerjaan yang dijalani tetap harus berjalan beriringan dengan ibadah.

2. Memberikan Hak untuk Keluarga

Islam juga mengajarkan pentingnya memberikan hak kepada keluarga. Nafkah bukan hanya soal uang atau kebutuhan materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan kehangatan di dalam rumah.

Terkadang seseorang terlalu sibuk bekerja hingga lupa meluangkan waktu bersama keluarga. Padahal pasangan dan anak-anak membutuhkan kehadiran, perhatian, dan komunikasi yang hangat.

Bentuk kasih sayang sederhana seperti mengobrol dengan istri, memberikan perhatian, bercanda bersama anak, hingga meluangkan waktu bermain bersama keluarga merupakan bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kebahagiaan keluarga tidak selalu berasal dari hal mewah. Hal-hal sederhana justru sering menjadi kenangan paling berharga bagi anak-anak maupun pasangan.

3. Diri Sendiri Juga Memiliki Hak

Selain ibadah dan keluarga, diri sendiri juga memiliki hak yang harus dijaga. Jangan sampai seseorang terlalu memforsir diri hanya demi mengejar materi.

Bekerja memang penting, tetapi hidup bukan semata-mata tentang uang. Seseorang juga perlu menjaga kondisi mental, ketenangan hati, dan kebahagiaan dirinya sendiri agar tetap mampu menjalani aktivitas dengan baik.

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk dalam bekerja. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami batas kemampuan dirinya.

4. Menjaga Kesehatan Tubuh

Tubuh juga memiliki hak yang wajib diperhatikan. Setelah bekerja seharian, seseorang perlu memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuhnya.

Dalam kajian tersebut juga diingatkan agar tidak terbiasa begadang tanpa kebutuhan yang jelas. Pola makan dan minum juga perlu dijaga agar tubuh tetap sehat dan kuat menjalani aktivitas.

Menjaga kesehatan bukan hanya soal kebutuhan duniawi, tetapi juga bentuk ikhtiar agar tubuh tetap mampu digunakan untuk beribadah dan melakukan hal-hal bermanfaat.

Karena itu, menjaga kesehatan termasuk bagian dari rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

Pada akhirnya, work life balance dalam Islam bukan sekadar tentang mencari hiburan atau healing semata seperti yang sering dipahami sebagian orang. Islam mengajarkan keseimbangan hidup yang lebih menyeluruh, yaitu menjaga hubungan dengan Allah SWT, membahagiakan keluarga, memperhatikan diri sendiri, serta menjaga kesehatan tubuh.

Melalui kajian rutin seperti ini, PT Ukhuwah Berkah Semesta (Manajemen dari Ayam Geprek Sa’i dan Hajj Chicken) menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga pada nilai-nilai keislaman, keseimbangan hidup, dan keberkahan bersama.

Narasumber: Ust. Hammad Rosyadi, Lc

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Share