Mensyukuri Nikmat Al-Qur’an: Menghidupkan Malam Jumat dengan Surat Al-Kahf

Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, sering kali manusia lupa bahwa ada begitu banyak nikmat besar yang Allah SWT berikan dalam hidupnya. Tidak hanya nikmat kesehatan, rezeki, maupun keluarga, tetapi juga nikmat terbesar berupa petunjuk hidup melalui Al-Qur’an.

Hal inilah yang disampaikan oleh Ustadz Opik selaku Area Spiritual PT Ukhuwah Berkah Semesta dalam kajian rutin yang diselenggarakan di Masjid Al-Furqon, Yogyakarta.

Dalam kajian tersebut, beliau mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Kahf ayat 1 sampai 3 yang menjelaskan tentang pujian kepada Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi manusia.

Melalui ayat tersebut, beliau mengajak seluruh jamaah untuk kembali merenungkan satu pertanyaan penting: sudahkah kita benar-benar mensyukuri hadirnya Al-Qur’an dalam kehidupan kita?

Sering kali manusia begitu mudah menyadari nikmat yang terlihat secara fisik, seperti makanan, pekerjaan, kendaraan, atau tempat tinggal. Namun tidak semua orang menyadari bahwa Al-Qur’an adalah nikmat terbesar yang menjadi cahaya dan petunjuk hidup manusia.

Padahal tanpa Al-Qur’an, manusia tidak akan mengetahui mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang mengarahkan manusia agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Opik juga mengingatkan tentang amalan membaca surat Al-Kahf setiap malam Jumat atau hari Jumat. Beliau menjelaskan bahwa seseorang yang rutin membaca surat Al-Kahf setidaknya seminggu sekali termasuk bentuk rasa syukur terhadap Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ketika seseorang meluangkan waktunya untuk membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an, maka hatinya akan menjadi lebih tenang dan hidupnya lebih terarah.

Sayangnya, di zaman sekarang masih banyak orang yang lebih sering membuka media sosial dibanding membuka Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an adalah sumber ketenangan dan petunjuk yang tidak akan pernah menyesatkan manusia.

Melalui kebiasaan membaca surat Al-Kahf setiap malam Jumat, umat muslim diajak untuk menjaga hubungan dengan Al-Qur’an agar tidak semakin jauh dari petunjuk Allah SWT.

Beliau juga menjelaskan bahwa salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa cahaya Islam yang penuh kasih sayang, kebaikan, dan petunjuk hidup bagi umat manusia. Melalui Nabi Muhammad SAW pula, Al-Qur’an sampai kepada umat Islam hingga hari ini.

Karena itu, keberadaan Al-Qur’an seharusnya menjadi nikmat yang benar-benar disyukuri oleh setiap muslim. Tidak hanya disimpan atau dibaca sesekali, tetapi dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Mensyukuri Al-Qur’an juga dapat diwujudkan dengan cara mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan. Mulai dari menjaga akhlak, berkata baik, menjaga sholat, menghormati orang tua, hingga berbuat baik kepada sesama manusia.

Ketika Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan seseorang, maka bukan hanya ibadahnya yang membaik, tetapi juga cara berpikir, cara bekerja, hingga cara memperlakukan orang lain akan menjadi lebih baik.

Pesan sederhana namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa hubungan seorang muslim dengan Al-Qur’an tidak boleh terputus. Karena Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca saat Ramadan atau ketika ada acara tertentu saja, tetapi menjadi pedoman hidup sepanjang waktu.

Kajian rutin seperti yang diadakan oleh PT Ukhuwah Berkah Semesta juga menjadi salah satu bentuk upaya dalam membangun lingkungan yang lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman.

Tidak hanya fokus pada aktivitas pekerjaan, perusahaan juga terus mendorong pentingnya pertumbuhan spiritual, memperkuat keimanan, serta membangun kebiasaan baik di tengah kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian ini, para peserta diajak untuk kembali menyadari bahwa Al-Qur’an adalah nikmat luar biasa yang sering kali terlupakan. Dengan menjaga hubungan bersama Al-Qur’an, diharapkan hati menjadi lebih tenang, hidup lebih terarah, dan setiap langkah yang dijalani semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya membutuhkan kesuksesan dunia, tetapi juga petunjuk hidup yang mampu membawanya menuju keselamatan dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Narasumber: Ustadz Opik Taopikurohman

Kontributor: Kurniawan Adhisukma T – MKT PT UBS

Share